Nahas, Pahlawan Penakluk Serangan Ransomware WannaCry Ditangkap Oleh FBI - Masih ingat serangan virus ransomware WannaCry yang mengebohkan dunia beberapa bulan lalu? Tak hanya di luar negeri, bahkan Indonesia juga menjadi salah satu negara yang tak luput dari serangan virus yang mampu mengunci semua data di dalam komputer tersebut.
Nahas, Pahlawan Penakluk Serangan Ransomware WannaCry Ditangkap Oleh FBI
Pahlawan Penakluk Serangan Ransomware WannaCry Ditangkap Oleh FBI
Untungnya, penyebaran ransomware WannaCry tak semakin meluas berkat bantuan seorang peneliti keamanan yang menyebut dirinya sebagai "Malware Tech".  Peneliti keamanan yang kemudian diketahui bernama Marcus Hutchins dan berusia 22 tahun tersebut, akhirnya menjadi pahlawan dunia keamanan dan dihadiahi uang sebanyak 10 ribu dolar AS oleh sebuah perusahaan keamanan ternama di Amerika Serikat.

Sayangnya, nasib nahas kini menimpa pahlawan penakluk ransomware WannaCry itu. Berdasarkan informasi yang dikutip dari situs teknologi Motherboard, Marcus Hutchins alias si Malware Tech telah ditangkap oleh FBI dengan dakwaan serius membuat dan menyebarkan sejenis virus bernama "Kronos". Diketahui bahwa "Kronos" merupakan virus yang mampu membobol nama pengguna dan password untuk situs-situs perbankan. Mirisnya lagi, Hucthins ditahan oleh FBI di saat ia sedang menghadiri konferensi keamanan teknologi dan informasi di Las Vegas, Amerika Serikat.

Dari sumber terpisah disebutkan oleh Orin Kerr, seorang profesor hukum di George Washington University. "Ini adalah kasus pertama yang saya tahu di mana pemerintah menuntut seseorang untuk membuat atau menjual perangkat lunak perusak namun tidak benar-benar menggunakannya."  Selain itu Kerr juga mengatakan akan sulit membuktikan niat kriminalnya.


Walaupun tindak kejahatannya belum terbukti di pengadilan, namun berita penangkapan pahlawan penakluk ransomware WannaCry ini tentu sangatlah mengejutkan. Hingga informasi ini tersebar, belum diketahui ancaman hukuman apa yang akan diterima oleh Hutchins.

Advertisement

Post a Comment

Komentar Dengan Bijaksana, Dan Tidak Mencantumkan Hal-Hal Yang Berbau SARA

Harap Tidak Mencantumkan Link Aktif

 
Top