Teror WannaCry Ransomware Belum Berakhir, Peretas Siapkan WannaCry 2.0 yang Tak Dapat Dimatikan - Serangan besar-besaran WannaCry Ransomware terhadap ribuan komputer di lebih dari 100 negara diketehaui telah membuat dunia keamanan menjadi heboh. 
Teror WannaCry Ransomware Belum Berakhir, Peretas Siapkan WannaCry 2.0 yang Tak Dapat Dimatikan
Teror WannaCry Ransomware Belum Berakhir
Disebut-sebut sebagai serangan malware berjenis ransomware paling besar sepanjang sejarah, dikutip dari Fortune, WannaCry ransomware telah berhasil melumpuhkan setidaknya 126 ribu sistem komputer, dimana Indonesia juga menjadi salah satu negara yang terdampak dari serangan peretas, dengan melumpuhkan jaringan komputer di dua rumah sakit ternama di Jakarta. Untungnya, seorang peneliti keamanan dari Inggris, berhasil menemukan penangkal serangan mematikan WannaCry Ransomware sehingga kini penyebaran malware berbahaya tersebut bisa diredam dan tak meluas lagi.

Lantas, apakah teror serangan WannaCry ransomware telah selesai? Teror belum berakhir, pasalnya berdasarkan informasi terkini yang dikutip dari TheHackerNews dan Tech Crunch, dikabarkan bahwa peretas yang hingga kini masih tak diketahui identitasnya, tengah menyiapkan gelombang serangan baru menggunakan WannaCry 2.0 sebagai penyempuranaan WannaCry ransomware sebelumnya.

Ancaman baru dari WannaCry ransomware versi baru ini, diketahui berdasarkan temuan sejumlah peneliti keamanan, yang mendapati dua varian baru WannaCry ransomware, dimana varian pertama bisa diblokir dengan mendaftarkan domain penyebar ransomware tersebut. Namun, varian untuk kedua masih aktif melakukan penyebaran, akan tetapi tak bisa mengekripsi data (file) akibat adanya kesalahan dalam arsip eksekusi enkripsi.


Sementara itu, para peneliti dari Kaspersky juga menguatkan temuan varian baru Wannacry Ransomware, dengan menyebutkan bahwa versi baru program jahat tersebut telah disempurnakan dengan menghilangkan kemampuan untuk mematikan enkripsi atau dengan kata lain file yang telah di enkripsi oleh WannaCry 2.0 tidak akan bisa dikembalikan (dibuka) lagi. Selain itu, diperkirakan juga bila varian baru Wannacry ransomware ini berasal dari peretas yang berbeda dari versi awalnya.

Melihat fakta temuan para ahli keamanan di atas, maka tentunya ancaman teror serangan WannaCry Ransomware bisa dikatakan belum berakhir. Oleh sebab itu, disarankan bagi pembaca sekalian agar selalu waspada dan tak lupa untuk menyimpan cadangan data (back-up data) ke sarana penyimpanan yang terpisah, dan tak terhubung dengan internet serta jaringan komputer lainnya.

Advertisement

Post a Comment

Komentar Dengan Bijaksana, Dan Tidak Mencantumkan Hal-Hal Yang Berbau SARA

Harap Tidak Mencantumkan Link Aktif

 
Top