Jangan Asal "Like" Di Facebook, Ini Dia Bahayanya - Like, merupakan salah satu fasilitas yang paling populer digunakan oleh para pengguna Facebook. Umumnya digunakan sebagai cara mengekspresikan rasa setuju atau pun suka pada postingan tertentu di dinding akun seseorang, fasilitas dengan gambar ibu jari alias jempol ini, menjadi hal biasa dan lumrah dilakukan semua orang saat sedang aktif di Facebook. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata dibalik tombol Like tersebut, terdapat bahaya yang mengancam? Mengutip informasi yang dikabarkan oleh Usa Today, disebutkan bahwa para penipu dunia maya alias scammer memanfaatkan fasilitas Like sebagai sarana mengeruk keuntungan, dengan menggunakan metode "like farming".
Jangan Asal "Like" Di Facebook, Ini Dia Bahayanya
Jangan Asal "Like" Di Facebook, Ini Dia Bahayanya
Lalu, apa itu like farming? Ibarat memanen hasil kebun (farming), like farming merupakan upaya scammer mengumpulkan sejumlah Like dan share (berbagi) di Facebook dengan menggunakan postingan cerita, gambar atau pun video tertentu yang mampu menarik perhatian para pengguna Facebook lainnya. Diketahui bahwa, semakin banyak Like dan share yang dilakukan oleh para pengguna Facebook, maka akan semakin besar pula kemungkinan postingan tersebut untuk muncul di dinding pengguna Facebook. Bahayanya, para scammer menggunakan cara ini untuk mendapatkan keuntungan dengan menjual akun tersebut pada pihak tertentu yang membutuhkan sejumlah Like, umumnya dilakukan oleh para penjual Fan Pages di Facebook. Bukan hanya itu saja, terkadang postingan dibuat sedemikian rupa untuk mengarahkan sebuah tautan tertentu yang dapat berakibat menyebarnya konten-konten berbahaya, misalnya saja pada kasus "Gadis Mabuk" yang sempat ramai menjangkiti halaman pengguna Facebook di Indonesia.

Adapun tanda-tanda para scammer dalam melakukan like farming di Indonesia umumnya menggunakan gambar atau foto sedih dan meminta pengguna yang melihat gambar tersebut untuk mendoakan obyek pada gambar sedih tersebut, dengan cara memberikan Like atau mengetikkan "amin". Selain cara tersebut, like farming juga dapat pula menggunakan postingan tulisan, menggunakan cerita tertentu untuk menarik simpati pengguna Facebook yang membacanya, dan berujung pada Like dan share (berbagi).

Beda halnya dengan menggunakan video untuk melakukan like farming, kebanyakan scammer menggunakan video tidak pantas dan dibumbui dengan judul yang membuat orang yang melihatnya menjadi tertarik untuk melihat video tersebut, tanpa sadar sebenarnya video tersebut disisipi sebuah tautan pada halaman berbahaya yang memungkinkan scammer untuk mengetahui informasi pribadi orang tersebut.

Disarankan bagi Anda yang sering beraktivitas menggunakan Facebook, agar berhati-hati terhadap kemunculan beberapa postingan di dinding akun Facebook Anda, dan sebaiknya lebih waspada terhadap permintaan pertemanan dari orang-orang yang tak dikenal, karena tak jarang permintaan Like dan share oleh para scammer dapat lebih mudah dilakukan bila orang tersebut terkait dalam pertemanan. Selain itu disarankan pula untuk lebih memperketat pengaturan keamanan dan privasi Anda, sebagai langkah pencegahan terhadap munculnya postingan berbau like farming oleh para scammer.

Advertisement

Post a Comment

Komentar Dengan Bijaksana, Dan Tidak Mencantumkan Hal-Hal Yang Berbau SARA

Harap Tidak Mencantumkan Link Aktif

 
Top